Bagian I
1. Sebutkan pesan-pesan yang dikirimkan
melalui PING?
2. Apakah maksud dari pesan unreachable
pada PING ?
3. Apa yang dimaksud dengan multicast
pada IGMP (Internet Group Multicast Protocol)?
4. Apa syarat yang harus dimiliki oleh
client agar bisa menggunakan protocol BOOTP?
5. Jelaskan secara singkat cara kerja
dari DHCP?
Bagian II
1. Apakah yang dimaksud dengan Routing
Protocol?
2. Sebutkan beberapa variable Routing?
3. Apa perbedaan dari static routing
& dynamic routing?
4. Sebutkan Pembagian dari Routing
Protocol beserta contohnya?
5. Sebutkan kategori dari algoritma
routing dinamic& jelaskan?
Bagian III
1. Apa yang dimaksud dengan UDP juga
disebut sebagai connectionless-oriented protocol dan tcp biasa disebut juga
sebagai protokol berbasis connection-oriented ?
2. Sebutkan 5 protokol aplikasi beserta
fungsi dan port yang digunakan ?
3. Apa yang di maksud dengan fungsi flow
control dan coba beri contohnya ?
4. Coba jelaskan konsep dari tcp?
5. Bagaimana prinsip kerja error recovery
?
-Jawaban-
BAGIAN 1
1.
Pesan-pesan yang dikirim melalui PING
Echo Reply
Pesan ini digunakan untuk merespon ping
ketika sistem masih hidup
Destination Unreacheable
Pesan ini menunjukkan bahwa pesan IP
sebelumnya tidak dapat disampaikan ke tujuannya. Hal ini mungkin terjadi karena
router sepanjang jalur tidak memiliki didefinisikan rute ke tujuan. Juga, jika
mesin tujuan tidak dapat berbicara protokol yang tepat, jenis pesan os akan
dikembalikan. Alternatif. Akhirnya tuan rumah bisa kembali pesan ini jika
tujuan port TCP atau UDP tertutup.
Source Quench
Ketika sistem paket menerima terlalu
cepat untuk memproses mereka dalam antrian masuk, hal itu mungkin mengirim
kembali pesan Quench Sumber memberitahu pengirim melambat
Redirect
Pesan ini dikirim oleh router untuk
mengindikasikan bahwa lalu lintas bisa diarahkan ke router
lain. Yang dapat memberikan lalu lintas ke tempat tujuan secara efisien
Echo
Jenis pesan ini digunakan untuk mengirim
ping untuk menentukan system berjalan
Time Exceeded
Pesan ini menunjukkan bahwa jumlah hop
maksimum dalam Time-To-Live bidang header IP yang telah terlampaui
Parameter problem
Pesan ini dikirim oleh sebuah sistem
sebagai tanggapan terhadap paket IP dengan parameter yang buruk di salah satu
kolom
Timestamp
Jenis pesan ini mencakup waktu pada mesin
pengirim, dan meminta waktu pada komputer tujuan
Timestamp Reply
Setelah menerima pesan, sistem akan
merespons dengan waktu sendiri termasuk dalam timestamp replay
Timestamp Request
Pesan ini dapat digunakan oleh sebuah
host untuk menentukan jaringan yang sudah di koneksikan
Information reply
Pesan ini berisi jawaban atas suatu pesan
permintaan informsi tentang alamat IP jaringan
2.
Maksud dari pesan unrecable pada PING
Pesan ini menunjukkan bahwa pesan IP
sebelumnya tidak dapat disampaikan ke tujuannya. Hal ini mungkin terjadi karena
router sepanjang jalur tidak memiliki didefinisikan rute ke tujuan. Juga, jika
mesin tujuan tidak dapat berbicara protokol yang tepat, jenis pesan os akan
dikembalikan. Alternatif. Akhirnya tuan rumah bisa kembali pesan ini jika
tujuan port TCP atau UDP tertutup.
3.
Yang dimaksud dengan multicast pada
IGMP(Internet Group Multicast Protocol)
Sebuah teknik di mana sebuah data
dikirimkan melalui jaringan ke sekumpulan komputer yang tergabung ke dalam
sebuah grup tertentu, yang disebut sebagai multicast group.
4.
Syarat yang harus dimiliki oleh client agar bias
menggunakan protocol BOOTP
Sebuah client baru bias
menggunakan protocol BOOTP apabila pada client tersebut terdapat
Ethernet Card & Boot Lan .
5.
Cara kerja dari DHCP
Pada saat DHCP klien dihidupkan, maka
kompuetr tersebut akan melakukan request ke DHCP sever untuk mendapatkan nomor
IP. DHCP server menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP.
DHCP server setelah memberikan nomor IP, maka sever meminjamkan (lease) nomor
IP yang ada ke DHCP klien dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool.
Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak
ada lagi alamat nomor IP yang dapat diberikan, maka clinet tidak dapat
menginisialsasi TCP/IP, dengan sendirnya tidak dapt tersambung pada jaringan
tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka
pemakaian DHCP klien tersebut dinyatakan selesai dan klien tidak memperbaharuhi
permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP server, dan
server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada klien yang membutuhkan. Lama
peride ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya yang disebut
leased periode.
DHCP menggunakan 4 tahapan dalam proses
untuk memberikan konfigurasi nomor IP, jika klien mempunyai NIC Card ( kartu
jaringan) lebih dari satu dan perlu nomor IP lebih dari satu maka proses DHCP
dijalankan untuk setiapmadaptor secara sendiri-sendiri.
BAGIAN 2
1.
Routing Protocol
adalah Suatu cara dari setiap router untuk ”berkomunikasi” dengan router yang
lainnya (paling banyak sih cara untuk menentukan rute terbaik untuk meneruskan
sebuah paket)
2.
Variabel-variabel
penting dalam routing
Network ID jaringan yang dituju
Subnetmask jaringan yang dituju
Gateway yang akan digunakan untuk
mencapainya
3.
Routing Static
-
Dengan memasukkan
tabel routing secara manual
-
Di jaringan yang
stabil (1 jaringan down ->seluruh jaringan yang melewati jaringan tersebut
down)
-
Di jaringan kecil
(2 , 3 jaringan)
Routing dinamic
-
Dengan
menggunakan routing protocol tabel routing otomatis terbentuk dan terupadate
otomatis
-
Digunakan pada
jaringan besar
-
Dapat digunakan
pada jaringan yang tidak stabil.
4.
Pembagian
Protokol Routing
Tabel routing tersebut menyimpan
informasi mengenai network yang terhubung dengannya (Connected Networks) maupun
network yang tidak terhubung dengannya (Remote networks).
Connected networks adalah network yang
terhubung dengan salah satu interface pada router. Remote networks adalah
network yang tidak terhubung langsung dengan salah interface pada router.
Routing Tabel bisa dibentuk dengan berbagai macam cara yaitu dengan Static
Routing maupun Dynamic Routing.
|
Static Routing
|
Dynamic Routing
|
|
Routing diatur secara manual
oleh administrator
|
Routing ditentukan oleh
protocol routing
|
|
Lebih cocok digunakan pada
jaringan skala kecil
|
Biasa digunakan pada
jaringan skala besar (dari sebuah referensi mengatakan jaringan skala besar
memiliki minimal 10 router di dalamnya)
|
|
Bila ada link yang putus,
maka administrator harus mengeset ulang
|
Bila ada link yang putus,
maka protocol routing akan mengupdate table routing dan menentukan jalur
routing yang baru
|
Static routing adalah routing tabel yang
dibentuk dengan cara di-entry secara manual oleh network administrator,
sedangkan Dynamic Routing adalah Routing Tabel yang dibentuk secara otomatis
dengan menggunakan dynamic routing protokols.
Dynamic Routing Protokol dibagi kedalam
dua kategori yaitu IGP (Interior Gateway Protokol) dan EGP (Exterior
Gateway Protokol).
Exterior Gateway Protokol (EGP) adalah protokol yang
melakukan routing antar autonomous systems, contohnya BGP (Border Gateway
Protocol)
Interior Gateway Protokols (IGPs) adalah
protokol yang melakukan routing di dalam satu autonomous systems.
IGP dibagi ke dalam dua kategori lagi
yaitu
· distance-vector
· link-state protokols
|
Distance Vector
|
Link state
|
|
Hanya memiliki 1 Tabel,
yaitu Tabel Routing
|
Memiliki 3 Tabel, yaitu
Tabel Routing, Tabel Topologi, dan Tabel Tetangga
|
|
Bekerja menggunakan
Algoritma Bellman Ford
|
Bekerja dengan Algoritma
Djikstra
|
|
Menggunakan sedikit memori
|
Menggunakan memori yang
lebih banyak dibanding Distance Vector
|
Contoh Protokol Routing Distance Vector :
·
Routing
Information Protokol (RIP)
·
Interior Gateway
Routing Protokol (IGRP)
Contoh Protokol Routing Link State
:
· Open Shortest Path First
(OSPF)
· Intermediate system to
Intermediate system (IS-IS)
5.
Routing
dinamic
- Dengan menggunakan routing protocol tabel routing otomatis terbentuk dan terupadate otomatis
- Digunakan pada jaringan besar
- Dapat digunakan pada jaringan yang tidak stabil
Routing dinamis adalah tabel routing yang dapat berubah melalui update berkala dan sebagai respon terhadap perubahan link cost. Perubahan tersebut terjadi berdasarkan algoritma routing.Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
- Dengan menggunakan routing protocol tabel routing otomatis terbentuk dan terupadate otomatis
- Digunakan pada jaringan besar
- Dapat digunakan pada jaringan yang tidak stabil
Routing dinamis adalah tabel routing yang dapat berubah melalui update berkala dan sebagai respon terhadap perubahan link cost. Perubahan tersebut terjadi berdasarkan algoritma routing.Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Desain Routing
Dinamis

Kesimpulan
- Routing adalah proses bagaimana router melewatkan paket ke jaringan yang dituju
- Routing protokol adalah komunikasi yang digunakan antar router-router
- Routing protokol mengijinkan satu router untuk sharing informasi dengan router-router lain berdasarkan jaringan yang ia ketahui dan jalur terbaik ke jaringan tersebut
- Algoritma routing dapat diklasifikasikan sebagai satu dari dua kategori, distance vector atau link-state.

Kesimpulan
- Routing adalah proses bagaimana router melewatkan paket ke jaringan yang dituju
- Routing protokol adalah komunikasi yang digunakan antar router-router
- Routing protokol mengijinkan satu router untuk sharing informasi dengan router-router lain berdasarkan jaringan yang ia ketahui dan jalur terbaik ke jaringan tersebut
- Algoritma routing dapat diklasifikasikan sebagai satu dari dua kategori, distance vector atau link-state.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar